Senin, 20 Desember 2010

8 PERTANYAAN KUNCI DALAM PERENCANAAN

Perencanaan Sekolah Dasar
Perencanaan dapat didefinisikan sebagai upaya memilih dan menghubungkan pengetahuan, fakta, gambar, dan asumsi tentang masa depan untuk tujuan visualisasi dan perumusan hasil yang diinginkan yang akan dicapai, kegiatan berurutan yang diperlukan untuk mencapai hasil tersebut, dan batas-batas pada perilaku yang dapat diterima untuk digunakan dalam prestasi mereka.
Perencanaan seringkali identik dengan perubahan, karena perencanaan mempunyai daya adaptasi terhadap segala hal yang merupakan kekuatan dan kelemahan, tantangan sekaligus kesempatan bagi sekolah dasar. Meski demikian perencanaan tidak selalu bermakna perubahan, ada hal-hal baik dan mendasar yang harus dipertahankan.
Bagaimanapun perubahan adalah sebuah hukum yang harus ditaati, bukan pengecualian. Perencanaan adalah alat untuk beradaptasi dengan suatu inovasi baru yang menarik, untuk relolving konflik, meningkatkan pendekatan lama, meningkatkan kualitas yang ada, meningkatkan komunikasi, dan mencapai hasil yang diinginkan banyak lainnya. Namun, perencanaan jauh lebih banyak daripada ini karena kemampuan memfasilitasi pemecahan masalah
Apa yang ingin diraih oleh Sekolah Dasar ? Tujuan mendasar tentu saja seperti termaktub dalam pasal 17 Undang-undang Sistem Pendidikan nasional yang menyatakan bahwa pendidikan dasar merupakan pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Dengan demikian tujuan utama pengembangan pendidikan sesuai dengan karakteristik dan perkembangan siswa Sekolah Dasar adalah menyiapkan siswa didik agar memiliki landasan atau dasar pendidikan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar selanjutnya –SMP/MTs- terutama ke jenjang pendidikan menengah.
Pencapaian tujuan tentu saja didasarkan pada serangkaian program kegiatan yang kesemuanya itu harus dihasilkan melalui sebuah proses, perencanaan. Tanpa perencanaan yang baik, kecil kemungkinan tujuan akan tercapai. Sebaliknya, perencanaan yang matang, penuh perhitungan dan penuh ketelitian akan menjamin –setidaknya 50%- pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Di era otonomi daerah, desentralisasi pengelolaan pendidikan dan school based management seperti sekarang, manajer pendidikan (Kepala Sekolah SD) harus bahu membahu dengan komite sekolah dan stake holders guna merumuskan rencana pendidikan di sekolah
Agar perencanaan sekolah dapat dilakukan dengan baik, ada bebarapa persyaratan yang harus dipenuhi. Perencanaan sekolah tersebut harus: a) terarah pada pencapian tujuan sekolah, b) berdasarkan dari data yang obyektif tentang kondisi sekolah, c) dilakukan oleh orang yang mampu membuat rencana, d) melibatkan seluruh komponen sekolah, e) jelas atau operasional, sehingga benar-benar dapat dilaksanakan, f) akomodatif terhadap perkembangan dan permasalahan mendesak, g) berorientasi kepada masalah yang seobyektif mungkin.
Hal di atas sesuai dengan Lampiran Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan bahwa sekolah harus membuat rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana kerja anggaran sekolah (RKAS- dengan kurun waktu 1 tahun). Rencana kerja jangka menengah dan tahunan itu harus disetujui oleh dewan pendidik dengan mempertimbangkan pendapat komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan kabupaten/kota.





8 Pertanyaan Kunci dalam Perencanaan
Perencanaan Sekolah dasar hendaknya bertujuan meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan. Oleh karea itu sebuah perencanaan sekolah dasar hendaknya pula berangkat dari 8 (delapan) pertanyaan yang cukup mendasar dari W.G. Cunningham seperti di bawah ini ;
a. Where are we ? di mana kita? Pertanyaan ini menjawab tentang posisi dan keadaan sekarang. Sumber daya internal dan eksternal apa yang dimiliki, tantangan, kesempatan dan kemampuan apa yang akan dihadapi sekolah?
b. Where do we want to go ? akan kemana kita? Sekolah dasar akan diarahkan kemana? Apakah sekolah ingin meningkatkan perolehan NUN, atau justru penanaman pendidikan karakter, nilai-nilai kejujuran? Di bidang kurikulum, perlukan penambahan muatan kurikulum Agama tertentu bila kenyataan orang tua dan siswa ingin ke SMP bukan ke MTs, dan agama siswa sangat heterogen? Kemana arah dan tujuan sekolah, alternatif pilihan bergantung dengan asesmen kebutuhan yang dilakukan sekolah.
c. What resources will we commit to get there ? kurang lebih adalah sumber daya apa saja yang dibutuhkan sekolah untuk mencapai arahan, tujuan yang telah ditetapkan. Siapkah bila sekolah menerapkan pembelajaran berbasis TI? Apakah semua guru sudah dapat menjalankan alat yang didatangkan, semisal komputer atau laptop? Atau untuk perencanaan pengadaan RKB, apakah lahan masih tersedia? Apakah dana mencukupi?
d. How do we get there ? bagaimana kita akan mencapainya? Di sini ditekankan bahwa perencanaan haruslah menuangkan pula cara, metode, strategi implementasi untuk pencapaian tujuan. Di sini diperlukan manajemen strategi, yang terdiri atas perumusan strategi dan implementasi strategi itu sendiri.
e. When will it be done ? Kapan semua itu dikerjakan? Perencanaan tersusun atas langkah-langkah dan tahapan. Tiap tahap memiliki waktu dan prosedur tersendiri. Dalam hal ini yang harus dilakukan adalah pemilihan skala prioritas kegiatan untuk mencapai tujuan sekolah dasar. Dengan demikian hal-hal utama, mendasar, menyangkut kepentingan siswa adalah hal yang harus didahulukan pelaksanaannya.
f. Who will be responsible ? Siapa yang bertanggung jawab? Bidang-bidang apa saja yang harus melaksanakan dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan program. Penerimaan Siswa baru (PSB), MOS, Pramuka apakah menjadi tanggung jawab kepala bidang kurikulum ataukah kesiswaan? Penilaian, penyusunan KTSP haruslah dipertanggungjawabkan oleh wakil kepala bidang kurikulum.
g. What will be the impact on human resources? Berdampak apa program kegiatan yang telah direncanakan terhadap sumber daya manusia? Program pembelajaran berbasis TI, work shop dan pelatihan terkait pembelajaran, jelas akan berdampak positif dan negatif terhadap guru, siswa dan civitas sekolah lainnya. Kemudahan akses internet di sekolah haruslah sudah diadaptasi dengan baik melalui perencanaan sekolah. Aspek moral, kinerja, serta perubahan nilai dan budaya sekolah (guru dan siswa, orang tua, TU/karyawan, PNS dan GTT serta PTT) harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan rencana sekolah dasar.
h. What data will be needed to measure progress ? akhir dari 8 9delapan) pertanyaan kunci ala Cunningham adalah indikator-indikator yang dapat dijadikan parameter dalam mengukur sebuah keberhasilan program kegiatan yang telah ditentukan. Perencanaan yang baik harus mampu memvisualkan indikator keberhasilan itu ketika program kerja sekolah dasar diimplementasikan.

Penutup
Demikian paparan singkat perihal delapan pertanyaan kunci dalam perencanaan Sekolah Dasar. namun ada hal yang lebih penting, yakni kesungguhan hati bagi seluruh pihak terkait dalam perencanaan sekolah untuk mengimplementasikan sesuai dengan tugas dan fungsi yang telah ditetapkan demi tercapainya tujuan.
Apabila pelangi membuat langit tampak indah, banyak orang yang lebih mengharapkan langit cukup cerah tanpa rintik air hujan karena kesan warna pelangi senantiasa ada, sulit untuk dilupakan.

0 komentar:

Posting Komentar